Harga Barang Rumah Tangga Naik? Baca Ini Untuk Penghematan

Apa yang bisa dikerjakan saat harga naik? Banyak cara, yang sebetulnya sangat gampang dilakukan, tapi sering ditinggalkan, tuk menghemat pengeluaran rumah tangga. Naiknya harga barang-barang pokok membuat kita acapkali ‘geram’. Umumnya mulai menyalahi pemerintah yang dianggap tak becus. Apalagi, penghasilan atau gaji tak berubah. Alhasil, jatah investasi terpaksa dipangkas dari yang kecil jadi semakin mengecil. Tapi berkeluh kesah tak akan memecahkan masalah, malah memunculkan energi negatif yang merusakkan mental. Lebih baik menemukan solusi.

Salah satu tindakan cukup realistis ialah menghemat pengeluaran. Dengan pengeluaran dihemat, kenaikkan harga tak membuat jatah investasi musti dipotong. Masalahnya, menghemat bukanlah topik favorit buat orang-orang. Banyak yang defensif saat diminta menghemat sebab menganggap gaya hidup yang sekarang telah sederhana. Rencana keuangan ternama pernah mengucapkan, minta klien menghemat pengeluaran itu susahnya minta ampun. Indeed! Sebetulnya, banyak hal sederhana, yang bisa dilakukan tuk meminimalisasi pengeluaran. Tak sesulit yang dipikirkan.

Belanja di Pasar. Pengeluaran buat makan menyedot anggaran lumayan besar. Hitungan saya dapat 50%-60% dari gaji bulanan. Lantaran itu, bila bisa dihemat, dampaknya akan amat terasa. Saya kage ! Harga buah kiwi yang ada di supermarket 2x lebih mahal dari harga tukang buah pasar. Itu buah kiwi hijau impor NZ, buahnya sama persis, di supermarket 10.000 per buah, di tukang buah harganya tak sampai 5rb. Semenjak tahu itu, saya rajin mengkomper harga antar pasar dan supermarket. Saya tahu bila harga di pasar swalayan emang lebih mahal dari pasar tradisional. Namun yang saya kaget, perbedaan harganya sangat signifikan, hingga sangat worthed tuk menghemat pengeluaran anggaran rumah tangga.

Hemat Listrik. Listrik merupakan pengeluaran yang menyedot dana lumayan besar. Selain lantaran kenaikkan secara berkala tarif listrik, pemakaian barang elektronik yang semakin beragam butuh daya besar. Ambil contoh pendingin ruangan (AC). Di kota jakarta, saya amati nyaris semua orang punya, paling tidak sebuah mesin pendingin ruangan ada di rumah. Belum lagi kulkas dua pintu, yang dikenal rakus energi, sudah menjadi item resmi di rumah. Tapi, banyak pengalaman bila pos pengeluaran ini bisa dioperasikan. Karena amat bergantung terhadap pola konsumsi.

Biaya Kendaraan. Punya mobil ataupun motor itu patut di kota besar sebagaimana  Jakarta, karena transportasi umum yang terbilang kurang nyaman. Orang bisa memiliki kendaraan satu, dua bahkan tiga. Rumah boleh kecil, dengan sebuah garasi, namun mobilnya dua. Mobil terpaksa memarkir di badan jalan. Itu keadaan umum yang saya perhatikan di kompleks rumah saya sendiri dan perumahan lainnya. Tapi apa kita pernah berhitung dengan rinci, berapa besar biaya punya kendaaran.

Hidup Sehat. Menurut survei suatu perusahaan asuransi, berdasarkan klaim dari rumah sakit yang mereka bayar, biaya perawatan inap tipus ataupun demam berdarah hingga 3 juta sd 4 juta rupiah. Jumlah yang tak sedikit. Belum lagi penyakit lainnya yang lebih parah. Menjadi biaya kesehatan itu tak murah. Bahkan bisa begitu signifikan. Dan kerap datang tiba-tiba. Karena gaya hidup sehat itu bukanlah hanya baik tuk kehidupan namun menyehatkan kantong Anda. Sungguh hidup sehat, dampaknya tidak langsung. Tapi didalam jangka panjang bakal membuahkan suatu hasil yang besar.

Kurangi Jajan, Jalan di Mall. Kebiasaan kelas menengah kongkow di coffee shop. Menjamurnya cafe-cafe manis membuat ngopi maupun ngeteh jadi gaya hidup. Sesekali tak masalah sebagai bagian pergaulan. Gak gaul, menurut para remaja. Tapi kalau setiap hari beli di cafe, itu menguras uang Anda. Rata-rata harga secangkir kopi 25 rb. Kalau 1 bulan, selama 25 hari beli kopi, total defisit 650 ribu. Itu baru secangkir, bagaimana bila dua atau tiga sehari. Belum ditambah beli cemilan. Pengeluaran  jajan yang kelihatannya kecil (25 ribu), jika diakumulasi Sebulan, jumlahnya tak main-main. Itu defisit di hari kerja.

Leave a Reply

Your email address will not be published.